RSS

Amalan Kecil dan Mudah

16 Mar
Saat ujian, apa yang biasanya disarankan oleh Pak/Bu Guru kalian?
 
Ya.
Kerjakan dulu soal yang mudah.
Yang nampak sulit, tinggalkan dulu.
 
Maksudnya apa?
Biar kita segera dapat nilai.
Biar kita sudah punya tabungan soal yang benar.
Sebab, waktu yang tersedi mengerjakan soal amat terbatas.
 
3 hari ini adalah UAMBN untuk siswa-siswi tingkat MA.
Soal pilihan ganda sebanyak 50 item, harus dikerjakan dalam waktu 1,5 jam (90 menit).
Berarti, setiap siswa hanya punya waktu kurang dari 2 menit untuk mengerjakan setiap soal.
 
Padahal, soalnya rata-rata ber-kalimat panjang. Baik soal atau jawaban di pilihan gandanya. Untuk baca soalnya saja dibutuhkan waktu yang tak sebentar.
 
Nah, kalau berkutat dengan soal nomor satu yang benar-benar sulit, maka kita bisa kehabisan waktu sebelum menyelesaikan seluruh soal yang ada.
 
Kerjakan yang mudah dulu, yang sulit lanjut nanti.
 
Kira-kira seperti itu pulalah hidup ini.
Kata Pak Guru, hidup di dunia ini hanya sekadar mampir mencari bekal untuk hidup kekal nanti.
Waktunya, terbatas sekali.
Malah, kita sama sekali tidak mengerti batas waktu yang disediakan.
 
Terkadang, ujug-ujug mati saja di jalan.
Kadang, ujug-ujug sesak napas habis main futsal.
Kadang, pas shalat dipanggil Allah.
Kadang, pas tidur keterusan gak bangun.
 
Maka, kata Pak Guru, cara yang sederhana menjalani hidup adalah lakukan saja yang mudah-mudah. Lakukan apa saja yang bisa kita gapai di sekitar kita. Gak pakai nunda-nunda. Selama itu dirasa mudah, lakukan saja.
 
Senyum pada teman sekelas, mudah, lakukan saja. Gak pakai pikir-pikir panjang.
Ambil sampah yang dibuang sembarangan, mudah.
Lakukan saja dan buang di bak sampah.
Bantu nyuci piring orangtua di rumah gampang, ya lakukan saja.
Menyapa tetangga yang berpapasan di jalan, mudah. Lakukan saja. Jangan pikir-pikir dia tetangga miskin atau kaya.
 
Ucap salam saat ketemu guru di jalan, mudah.
Lakukan saja, mumpung ada kesempatan.
Kasih permen teman kerja sekantor, ringan. Lakukan saja….
 
Kata Pak Guru,
nDak usah mikir (bayangkan);
“Duh, andai saya kaya seperti pak haji itu. Saya akan sumbang masjid 100 juta.!”
Yang punya aja masukin ke kotak Jumat. 1000, 2000, 10.000, atau 100.000.
“Duh, andai saya punya mobil, saya akan ajak saudara-saudara saya rekreasi ke Bali.”
Yang dibisa aja dilakukan. Ngajak mancing sepupu bikin dia senang, ya ajaklah…
Ngajak keponakan renang bikin mereka bahagia, ya ajak saja.
dan lain sebagainya contoh di sekitar kita.
 
Supaya Apa?
Supaya kita segera mendapat catatan amal kebaikan.
Walau kecil-kecil dan sedikit, lama-lama kita gak ngerasa juga.
Bisa kaget nanti kelak saat penimbangan amal.
Lha kok bisa berlipat banyaknya ya.
 
Sebab, kalau nunggu ngamalkan yang besar-besar dan wah, bisa-bisa kita gak kunjung punya tabungan amal, jatah umur sudah keburu habis.
 
Sesal tinggallah terasa saat di kubur.
 
Drajat, 16 Maret 2016
TW/IG: @mskholid
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Maret 2016 in Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: