RSS

Shalat Jamaah sebagai Ibadah Sosial

10 Feb

Shalat Jamaah, Ibadah Sosial

Pada dasarnya, shalat adalah ibadah personal. Urusan seorang hamba dengan Tuhannya.

Namun, label ibadah personal itu bisa berubah jika shalat itu dilaksanakan secara berjamaah. Shalat jamaah menjadi ibadah SOSIAL.

Kenapa sosial?
Karena ketika shalat berjamaah, ada hal-hal tertentu yang berhubungan erat dengan manusia lainnya.

#1
Kita diperintahkan berhias.

(يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ)
[Surat Al-A’raf 31]

Karena bertemu dan berkumpul dengan banyak orang, sudah semestinya jamaah memakai pakaian yang bagus. Pakaian istimewa. Minimal sepadan dengan pakaian saat kondangan.

Jangan kondangan pakai baju batik panjang yang wangi, tapi ke masjid pakai kaos oblong yang sudah seharian dipakai. Kaos sisa bagi-bagi dari caleg lagi. Hehehe…

#2
Larangan Masuk Masjid Bagi Jamaah yang habis makan bawang

Intinya, larangan ikut bergabung dengan jamaah dengan membawa bau yang tidak mengenakkan orang lain.

Nabi saw memberi contoh dengan bawang. Karena yang paling lazim zaman itu ya habis makan bawang.
Kalau zaman sekarang, bisa berlaku bagi orang yang habis makan durian, sate, jengkol, atau pete.

Termasuk, yang berbau ketek menyengat. Sudah sepatutnya, menjaga kebersihan diri. Dengan rajin mandi atau menggunakan deodoran (batu tawas, misalnya).
Jangan sampai orang di samping kita menahan napas sepanjang shalat gara-gara sampean.

Pun, usahakan sudah gosok gigi sebelum berangkat ke masjid.
Jangan sampai anda tidak sengaja menjadikan shalat orang di samping anda tidak khusyuk. Gara-gara bau mulut belum disikat.

Coba kita renungkan,
Persoalan kecil seperti ini pun ternyata menjadi perhatian agama.

#3 :
Jangan Bawa Sajadah Lebar-lebar

Lagi-lagi ini terkait dengan hubungan antar sesama jamaah. Dengan sajadah yang amat lebar, itu bisa mengambil jatah ruang orang lain di shaf.
Shaf yang mestinya muat 3 orang, jadi cuma diisi 2 orang. Gara2 sajadah jumbo.

Pun, anjuran untuk merapatkan shaf menjadi tidak terlaksana, gara-gara egoisme sajadah ini.
Sebab, banyak orang menjadi segan menginjak sajadah beludru mahal anda, yg dibeli dari Mekah. Apalagi, jika anda kaya raya. Sementara, di samping anda dia tak berpunya.

#4 :
Jangan Melanggar Garis Shaf

Garis shaf dibuat utk meratakan dan meluruskan barisan jamaah. Tentu saja demi kemaslahatan bersama.

Coba saja,
Andai jamaah shaf pertama berdiri 5 – 10 cm agak kebelakang dibanding garis jatahnya, bisa dipastikan jamaah di shaf berikutnya akan kekurangan space untuk sujud.

Akibatnya, mereka pun terpaksa berdiri agak kebelakang pula. Dan itu, jelas memakan jatah barisan jamaah di belakangnya.
Begitu seterusnya.

#5 :
Jadi Imam, Jangan Terlalu Lama-lama

Seorang imam, harus mempertimbangkan psikologis jamaahnya.

Kata Rasulullah saw, jamaah shalat itu terdiri dari anak2, ibu2 yg punya anak, bapak2 “sepuh” (tua), atau orang yang punya kesibukan. Imam harus bisa menyesuaikan.

Salah seorang sahabat (yang jadi imam) pernah ditegur Rasulullah saw gara-gara baca surat yang amat panjang di dua rakaat. Sehingga, sang sahabat dilaporkan oleh jamaahnya.

Beda kalau kita shalat sendirian di rumah. Tahajud di rumah, misalnya.
Boleh-boleh saja anda baca Al-Baqarah di rakaat pertama, dan Ali Imran di rakaat kedua.

Plus baca tasbih saat rukuk dan sujud sebanyak 100 kali.
Sah, dan malah dianjurkan.
Makin lama munajatnya pada Allah, makin baik, bukan?!

#6
Jadi Muadzin, Beri Kesempatan Jamaah untuk Shalat Sunnah

Tentu saja dengan batasan waktu yang disepakati. Beberapa masjid di kota besar malah sudah memasang jam digital untuk penunjuk saat iqamah. Sehingga, jamaah bisa memperkirakan masih ada waktu atau tidak untuk Shalat Sunnah.

Jangan baru setengah menit usai adzan, langsung iqamah. Kan sayang sekali, kesempatan shalat sunnah berlalu begitu saja.
Apalagi kalau shalat Subuh. Shalat Sunnah 2 rakaatnya bernilai lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Babat, 10 Pebruari 2016
@mskholid
@ruanginstalasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2016 in Catatan Harian, Fikih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: