RSS

Zakat, Rukun Islam Paling Tidak Menarik

08 Feb

Mengapa Tak Banyak Orang Semangat Keluarkan Zakat?

Saya kira, salah satu sebabnya ialah; di antara 5 rukun Islam, hanya zakat kewajiban yang berpotensi paling tidak menarik.

Pertama, Syahadat
Gampang dan mudah.
Semua yang niat masuk Islam, bisa mengucapkannya tanpa beban.
Sehari, bahkan diminta paling tidak ngelakuin 14 x juga enteng-enteng saja tuh.

Kedua, shalat
Semua orang, kaya dan miskin bisa melakukan. Wong tinggal jungkir balik aja kok. Asal syarat dan rukunnya terpenuhi, sah.
Gugur kewajiban.

Ketiga, Puasa
Ini juga gampang. Wong banyak temannya kok.
Dilakukan bareng-bareng. Mau ngopi di warung, gak ada teman.
Mau makan siang, warung pada tutup. Cukup ringan.

Kelima, Haji.
Ini malah jenis ibadah yang paling menarik. Semua kalangan, kaya dan miskin pasti semangat kalau diajak yang satu ini.
Bahkan, ada ratusan ribu orang yang rela mengantre puluhan tahun demi ibadah haji.

Yang menarik lagi,
Selain beribadah, dapat bonus jalan-jalan dan rekreasi.
Plus kalau pulang dapat gelar:
“Pak Haji” atau “Bu Hajah”.
Amat menarik.

Lha, yang keempat ini yang berat.
Keluarkan Zakat.
Sama sekali tak menarik.
Bahkan, secara lahiriah, seakan-akan merugikan.

Bagaimana tidak,
40 Kambing yang sudah capek2 kita rawat selama setahun, harus diberikan kepada orang lain yang miskin–begitu saja. Tanpa ada imbal balik yang pantas.

Bagaimana tidak,
Emas sekian puluh gram yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, dalam jangka setahun, harus dipotong 2,5% untuk diberikan kepada orang lain begitu saja.
Lagi-lagi, tanpa imbal balik.

Bagaimana tidak,
Sawah yang sudah capek2 kita garap, ditungguin sampai siang malam, ketika panen, lagi2 harus direlakan untuk dibagi.

Amat tidak menarik, kan?

Karena itu, ada sementara orang (yang berzakat) membuat acara-seremonial pembagian zakat di rumahnya. Dengan cara mengundang tetangga2nYa yang miskin, lalu disuruh antre dan dibaginya satu persatu uang 20 rebu.

Mungkin, ini salah satu upaya para muzakki (pengeluar zakat) agar aktivitas rukun Islam keempat ini menjadi menarik dan menyemangatkan bagi mereka.

Atau, mungkin kita perlu buatkan panggilan khusus bagi para muzakki itu–sebagaimana panggilan “Pak Haji dan Bu Haji”?

Ya, mungkin (sekadar usul) dengan menyematkan panggilan “Pak Zaki” (Orang Suci, Orang Bersih).
Barangkali menjadikan aktivitas zakat itu lebih menyemangatkan.

Hahahah…
Ojok dipikir nemen2.
Iki status e wong gendeng …

Babat, 8 Pebruari 2016
@mskholid
@ruanginstalasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Februari 2016 in Catatan Harian, Fikih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: