RSS

Kiai Baqir, Tarawih Cepet, Shalat Sendiri Jangan Tanya

30 Jun

Ribut-ribut soal tarawih cepat. Saya teringat dengan almarhum Kiai Baqir, kiai kami di Pesantren Tabah Lamongan.

———

Saat menjadi imam tarawih kami di pondok, beliau termasuk kategori cepat. Jika dibanding dengan tarawih di masjid-masjid tertentu–yang bahkan bisa khatam 1 juz semalam.

Ya, tarawih dengan imam beliau lamanya sekira 40 – 50 menit. Maklum, bacaannya seputar surat At-Takatsur sampai An-Naas.

Meski terbilang cepat, saya berani jamin, semua shalat kami thuma’ninah. Ini karena, saya ingat-ingat, saya masih sempat membaca tasbih 3x saat ruku’ dan sujud. Pun halnya saat i’tidal dan duduk di antara sujud. Masih bisa baca lengkap doanya.

Khusuk apa tidak?
Saya kira bukan tema di sini.
Sebab, itu erat hubungannya dengan individu-individu jamaah.
Atau silakan ikut pelatihan shalat khusuk dulu… hehehe…

——–

Saya mengenal beberapa orang tokoh yang amat rajin tahajud. Bangun tengah malam, shalat sendirian dengan ruku dan sujud panjang.

Namun, seperti halnya Kiai Baqir (Allah yarhamhu), beliau-beliau itu akan meringkas shalatnya kala menjadi imam tarawih di masjid kampungnya.

Saat masih di pondok, saya ingat Kiai Baqir tiap malam selalu keluar dari dalemnya. Sekitar jam 2 malam. Menuju musholla pondok, lalu shalat sendirian di mihrab.

Saya pernah “iseng” ikut makmum di belakang Kiai. Wuihhh, lama berdirinya jangan ditanya. Saking lamanya, setelah Fatihah saya sampai kehabisan surat yang saya baca.

Begitu pula saat ruku’, lamanya kira2 sepanjang berdirinya. Entah berapa ratus tasbih yang saya baca ketika itu.

Saat sujud apalagi, lebih laaaaama lagi. Andai sujudnya di karpet keras, mungkin bisa gosong beneran nih jidat.

Saya bahkan tak lagi peduli, berapa lama beliau shalat untuk dua rakaat saja. Mungkin setengah jam lebih utk 2 rakaat itu.

Ketika selesai, beliau masih pula baca zikir dan wirid yang panjang.

Perlahan, saya mundur ke belakang. Balik kandang dan bersiap sahur. Selesai shalat, waktu sahur tersisa sekira 30 menitan kala itu.

Kami rindu padamu, wahai murabbi kami…
اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة

Cc:
Ibu Aniqoh Aba Zahla Lu’Lu’ Bariroh Baqir Nila Huda Baqir

Cc:
Muh Ulinnuha Husnan
Masyhari Masyhari : mungkin punya pengalaman berbeda

Sunan Drajat, 30 Juni 2015
#Ngopi Monas

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Juni 2015 in Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: