RSS

Dzikir Usai Shalat yang Kehabisan Peminat

23 Mar

Saat masih kecil, orang tua, guru, atau para sesepuh selalu berpesan; jangan sampai kalau shalat itu “lamcing”. Habis salam, langsung plencing. Artinya, setelah shalat langsung bangkit dari duduk dan pulang. Tanpa berzikir, doa, ataupun shalat sunnah.

Zaman dulu pula, para geguru itu selalu membandingkan kelompok ini dengan kelompok tetangga. Salah satu yang dibanggakan ialah kebiasaan berzikir dan berdoa usai shalat. Yang, katanya, tidak dimiliki kelompok tetangga.

Kini, keadaannya sudah tak jauh berbeda. Apa yang dulu dibangga-banggakan, kini perlahan mulai tergerus zaman. Bukan sentimen kelompok yang jadi pemicunya, tapi faktor2 eksternal lain seiring perkembangan zaman. Mulai televisi, hingga kesibukan dengan pekerjaan masing2.

Zaman dulu, seseorang yang lamcing mungkin bisa dinilai melanggar tatakrama berjamaah. Sebab, hampir semua orang shalat jamaahnya di Masjid.

Tapi, zaman sekarang, mendapati orang yang mau shalat jamaah di masjid saja, kita sudah mensyukurinya. Syukur-syukur jek gelem jamaah. Walaupun, setelah itu langsung pulang.

Tantangan zaman yang berbeda, harus pula diikuti oleh para dai. Harus bisa menyesuaikan dengan kemauan jamaah. Kalaupun tidak bisa dapat seribu, ya dapat limaratus kan lumayan.

Hari ini saya memperhatikan kecenderungan jamaah dalam mengikuti zikir bersama imam selepas shalat.

Pada salah satu shalat, di Masjid kami ada kira2 lima shaf. Sekitar 50 – 60 jamaah. Namun, yang mengikuti zikir hingga imam berdoa hanya tersisa 6 orang–termasuk saya.

Pada waktu shalat lainnya, jumlah shaf berkurang. Ada 4 shaf lebih beberapa orang. Namun, yang berbeda, hingga imam berdoa, jumlah jamaah hampir masih lengkap.

Saya iseng menghitung (sebenarnya sudah berniat menghitung sejak lama) waktu lamanya berzikir. Kebetulan saya duduk di shaf pertama, tepat di depan jam digital di Masjid itu.

Saya coba bandingkan durasi zikir kedua imam. Ternyata, imam yang Kehabisan peminat itu durasi zikirnya sekitar 10 menit.

Sementara imam lainnya, durasi zikirnya sekitar 5 menit. Termasuk doa.

Artinya apa?
Saya tidak berani menyimpulkan apakah ada korelasi antara durasi zikir imam dengan jumlah jamaah, ataukah memang ada faktor lainnya seperti acara televisi, jadwal makan malam, ataupun acara lainnya.

Barangkali ada mahasiswa yang hendak melakukan penelitian, ya monggo…

Ataukah,
Ada rekan yang mau sharing pula pengalamannya di desanya masing-masing.

Sumonggo….

Babat, 19 Maret 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Maret 2015 in Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: