RSS

Bapak, Wariskan Ratusan Pohon Jati

12 Mar

Satu kalimat yang selalu terngiang dalam hati dan otak saya dari Alm Bapak.

“Bapak gak mewariskan harta, Cung. Bapak cuma memberi bekal kepadamu dan saudara2mu lewat sekolah.”

Bapak memang melakukan usaha keras agar kami bisa sekolah dan kuliah tinggi dengan lancar. Dan Alhamdulillah, usaha keras beliau terwujud untuk anak2nya. Dua orang adik saya, kuliah di dua perguruan tinggi negeri yang cukup ternama. Satu di Jakarta, satu di Bogor.

Sementara saya dan Mbak, lulusan perguruan tinggi swasta ternama untuk bidang keagamaan. Tidak gelar dan almamater itu sebenarnya yang saya bangga2kan. Sama sekali tidak. Saya kira, saudara2ku juga akan malu kalau hanya sekadar membanggakan titelnya, tanpa memberi manfaat bagi orang lain.

Saya pernah menulis di sebuah catatan; menjadi pintar saja tidak pernah cukup, apalagi sekadar membanggakan almamaternya. Tanpa memberi manfaat bagi lingkungannya.

4 tahun pasca kepergiannya, saya hanya hendak memberikan perhargaan dan kebanggaan terbesar itu untuk Bapak saya. Yang dengan segala keterbatasan seorang PNS guru, bertekad menyekolahkan anak2nya setinggi mungkin.

Terkadang harus menjual kambing rawatannya, untuk bayar spp. Yup, karena memang itulah tabungan beliau untuk keperluan2 seperti itu.

——–

Kembali ke paragraf pertama,
Ternyata, Bapak hanya bergurau dengan mengatakan tidak mewariskan harta benda. Saya bersama saudara2 dan Emak punya tinggalan dari Bapak berupa kebun jati, yang terakhir saya hitung berjumlah sekitar 600 pohon. Dari 1000 pohon yg ditanam.

Kalau beberapa waktu lalu, Dahlan Iskan menuliskan prospek bertanam pohon Sengon yang berharga sekitar 500 rb / pohon, maka saya bisa mengandaikan harta sebatang pohon jati beberapa tahun ke depan.

Itulah pohon warisan Bapak, dan itulah amal jariyah yang terus mengalir pahalanya baginya. Selain juga kami, anak2nya, yang mau menjadi sholeh-sholeh dan mendoakan.

Semoga Allah selalu menjaga warisan itu untuk kami dan keluarga kami, hingga kelak saatnya dipanen.
Hingga, terwujud angan2 Bapak untuk bisa berangkat umroh bersama sekeluarga; istri, anak2, dan menantunya.

Semoga Allah melapangkan kuburmu dan memberikan cahaya benderang hingga saatnya kita dibangkitkan kelak.

110311 – 110315

Babat, Maret 2015

Dear My Sisters
Aizzah Farihah Ana Fauziyah Arini Falahiyah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2015 in Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: