RSS

Berkat Pak Atmono, Pelajaran MI Pun Masih Diingat

26 Agu

Pak Atmono, namanya singkat dan sederhana. Namun, kenangan dan kesan yang ditularkannya pada setiap murid amat dalam. Muda dan energik, begitu kesan yang bisa kita tangkap dari beliau. Penampilan pun selalu klimis dan ganteng.

****

Dalam sesi perkenalan dengan murid-murid baru saya di MA Tabah beberapa waktu lalu, saya mencoba mengorek informasi tentang guru yang paling berkesan bagi mereka saat duduk di bangku MI. Dari sekian banyak mayoritas alumni MI Tabah di kelas tersebut, banyak yang menyebut nama Pak Atmono. Bahkan ada yang menyahut, “Ustadz, jangan diteruskan ceritanya. Jadi pengen nangis,” saat saya ceritakan kenangan saya tentang beliau.

Inilah yang memicu saya untuk melanjutkan tulisan (PR) tentang sosok-sosok guru Tabah—yang saya muat di blog.

Dengan sedikit bergurau, lalu saya bilang ke anak-anak kelas, “Bahkan, saya sampai sekarang masih ingat pelajaran IPA kelas 5 dan 6 MI yang beliau ajarkan.” Saking hebatnya cara mengajar beliau di kelas.

Saya ingat betul bagaimana seluruh kelas dibuatnya ikut terlibat dalam pelajaran beliau. Tak hanya cara beliau menjelaskan pelajaran rumit (IPA, Brooo… Bicara soal makhluk-makhluk hidup dan benda mati, benda-benda ruang angkasa, dan lain sebagainya) serasa mudah, tapi juga mobilitas beliau di dalam kelas. Beliau hampir tidak pernah duduk diam di kursi guru sambil menerangkan pelajaran. Seluruh bagian kelas pasti dikelilinginya.

Biasanya, sebelum memulai pelajaran baru, Pak Atmono akan mengulang pelajaran pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan metode tanya jawab atau kuis. Siswa yang tak bisa jawab akan berdiri di tempatnya dan baru mendapat kesempatan duduk jika bisa menjawab pertanyaan lemparan dari temannya yang tidak sanggup menjawab. Hal ini selalu beliau lakukan setiap pertemuan. Andai pada suatu hari, banyak siswa yang tidak bisa (menjawab) pelajaran minggu lalu, Pak Atmono tak akan melanjutkan ke bab berikutnya. Beliau akan mengulangi dan mengulangi lagi sampai diyakinkan bahwa semua siswa telah bisa.

Ya, mengajarkan IPA zaman dulu amat berbeda dengan zaman sekarang. Guru-guru sekarang dengan mudah memperoleh aneka video berbagai planet, bulan, maupun kondisi luar angkasa. Semuanya bisa langsung diputar dan ditampilkan di hadapan murid-muridnya yang akan dengan mudah dipahami.

Pak Atmono ketika itu telah menjadi sosok guru yang melampaui zamannya. Beliau mampu menggambarkan luar angkasa kepada murid-muridnya sebegitu baiknya. Tanpa dukungan teknologi pembelajaran yang mumpuni. Namun, tetap mudah dipahami dan dimengerti.

Semoga amal jariyah ini mengalir selalu untukmu, Guruku…

 

Tritunggal, 26 Agustus 2014

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Agustus 2014 in Guru TABAH

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: