RSS

Anak yang Rutin Jamaah Subuh Sejak TK

12 Okt

Beberapa tahun silam, muncul buku fenomenal. Mencetak best seller di berbagai toko buku. Kemunculannya pun diikuti tren buku-buku sejenis. Uniknya, semuanya laris diburu pembeli. Tema buku itu ialah Misteri Shalat Subuh, Mukjizat Shalat Subuh, Rahasia Shalat Subuh, dan kawan-kawannya.

Bukan soal buku itu yang hendak saya bahas kali ini. Isi buku, bisa anda cari di toko atau perpustakaan untuk membacanya. Karena shalat Subuh (berjamaah) adalah istimewa. Tidak semua orang mendapatkan anugerah; bangun pagi-pagi dan berangkat ke masjid.

Shalat Subuh berjamaah amat istimewa. Tentu saja pesertanya adalah orang-orang istimewa pula. Orang-orang pilihan, bukan orang sembarangan. Kalau shalat Berjamaah Maghrib, Asar, Dzuhur itu biasa, Subuh amat luar biasa.
Tiap kali (memperoleh hidayah) jamaah Shalat Subuh di masjid, saya selalu perhatikan siapa saja orang yang berjamaah. Dalam hati, saya yakin mereka itulah orang-orang yang istimewa. Baik saat jamaah Subuh di Desa Drajat ataupun di Beton Tritunggal.

Uniknya, di seumuran saya yang sudah lulus kuliah, sudah beristri (Intinya sudah tua), di beberapa masjid saya seringkali masih terbilang jamaah termuda di masjid. Lainnya, rata-rata orang sepuh lanjut usia, atau para ta’mir masjid.

Di Masjid Beton, Tritunggal Babat, saya menemukan seorang anak muda. Jaaauh di bawah saya, usianya. Mungkin kelas 5 atau 6 MI/SD. Anak yang amat rajin berjamaah Subuh. Hampir tiap hari selalu ada sosoknya dalam barisan jamaah. “Anak siapa ini,” bisik saya dalam hati. “Ini pasti bukan anak sembarangan.”

Beberapa hari kemudian, Bapak mertua bercerita tentang anak itu. Rupanya, dia adalah anak muadzin (baru) tetap masjid ini. Yang luar biasa, anak ini tak hanya rutin jamaah Subuh di umurnya yang menginjak kelas 6 MI. Kebiasaan datang ke masjid untuk jamaah Subuh rupanya sudah tertanam sejak ia masih di TK. Begitu, jelas Bapak Mertua. Luar biasa, gumam saya. Saya merasa kecil sekali dibandingkannya.

Saat si anak masih TK, Bapak mertua sempat heran. Kok subuh-subuh gini ada anak kecil yang datang ke masjid. Ikut shalat berjamaah. Apalagi setelah diselidiki, rumah anak itu berada di ujung gang yang gelap. Dekat dengan rimbunan bambu. Bagi sebagian orang—apalagi anak-anak sepertinya—ini tentu saja menakutkan.

“Beberapa kali, ia juga mengajak dua tiga temannya ikut shalat berjamaah Subuh. Tapi kadang-kadang saja. Anak satu ini yang tidak pernah luput jamaahnya,” lanjut Bapak mertua.

*Catatan dari Kampung (12/10/13)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Oktober 2013 in Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: