RSS

Mencoba Saran Pak Kabag

03 Mei

Sebelum datang kesini, saya tidak punya gambaran apapun tentang tempat ini. Tidak ada pengetahuan tentang siapa yang ngurusi tempat ini. Dari HO hanya memberitahu ada support office yang bertugas di sini. Setidaknya, saya lalu hanya mengira-ngira sebesar apa peran dan posisi support office itu.

Sehari menjelang keberangkatan ke lokasi, saya diberi saran oleh Pak Kabag. Bisa dites seberapa besar peran dan tugas SO itu lewat dua cara. Saya disuruh diam saja tanpa memberitahukan apa sebenarnya tugas yang diamanatkan kepada saya dan siapa yang mengamahi, dan pilihan kedua adalah memberitahukan secara panjang lebar tujuan saya datang dan siapa yang menugaskan. “Sampean akan tahu sendiri seperti apa?” ujarnya.

Pak Kabag tidak merincikan lebih lanjut apa maksudnya. Selama beberapa waktu itu pun saya hanya bertanya-tanya dalam hati. Akhirnya, saya memutuskan untuk memilih saran pertama. Yakni tidak memberitahukan tugas dan pemberi tugas saya sebenarnya. Karena, pada intinya saya tidak mau diistimewakan. Saya pikir, kalau memang sudah menjadi kewajibannya, seseorang pasti akan melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya tanpa membedakan siapa yang dilayani. Minimal, ada standar pelayanan minimal.

Maka, ketika tiba di bandara, saya tidak minta dijemput. Saya hanya bertanya; dari bandara naik apa dan alamat lengkapnya. Tidak ada jawaban dan respon. Saya lalu mencari informasi ke orang HO, barulah ditunjukkan harus menghubungi admin yang bertugas. Saya berjalan menggeret koper dan ransel menuju (kira-kira) alamat.

Di depan gerbang perumahan, saya duduk dekat pos satpam. Tak ada satpam yang berjaga di sana. Sekitar 10 menit duduk di sana. Ada seorang ibu setengah baya melintas. Kebetulan saya baru menerima sms alamat lengkapnya dari SO. Ibu itu langsung menunjukkan arah lokasinya. Saya kembali berjalan dan menenteng koper.

Di depan rumah, saya lihat Innova terparkir nyaman. Saat mengetuk pintu, seorang perempuan muda membukakan pintu. Ada dua laki-laki sedang asyik dengan laptop masing-masing. Setelah meletakkan koper dan tas, saya menyalami mereka berdua sambil menyebut nama. Tak ada senyum aroma welcome dari wajah mereka. Saya lalu duduk di kursi tamu dan membaca koran.

Setengah jam berlalu. Saya membaca koran sambil menunggu petunjuk untuk menuju ke kamar mana dan istirahat dimana. Tapi, tetap tak ada instruksi dari admin maupun dua orang laki-laki itu. Lalu, pak SO datang ke kantor dengan mengendarai Fortuner.

Dia membuka pintu, meletakkan sepatu. Saya berdiri menyambutnya dan bersalaman. “Kholid,” saya bilang. “Mau ke Melak ya?” katanya sambil berlalu dan membuang muka menuju meja kerjanya.

Sekira setengah kemudian, saya tetap menunggu instruksi atau sekadar basa-basi dari Pak SO. Dia tidak menemui saya di kursi untuk sekadar bertanya jadwalnya seperti apa atau gimana. Tidak pula menyuruh adminnya menyediakan air minum. Karena dua koran Kaltim Pos yang di meja (hari ini dan hari kemarin) sudah selesai saya baca semua, saya akhirnya tidak tahan juga duduk menunggu. Akhirnya, saya berdiri.

“Pak, kalau mau istirahat dimana ya?”
“Owh, di sana aja,” sambil menunjuk sebuah kamar, “Eh, di kamar sini juga boleh.” Saya lihat, kedua kamarnya berantakan. Yaudah, asal masuk saja kamar yang lebih besar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Mei 2013 in Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: