RSS

Tak Tahan Lihat Pegawai Gak Ada Kerjaan

07 Des

Saya termasuk orang yang tak akan tahan melihat pegawai tak ada kerjaan. Saat ini, saya mendapat amanah yang mengharuskan saya membawahi beberapa orang pegawai. Entah penyakit apa itu, yang jelas saat saya melihat pegawai gak ada kerjaan, saya akan carikan kerjaan buat mereka. Apalagi kalau sedang ada kerjaan numpuk, sementara pegawai santai-santai saja.

Biasanya, cara saya menegur mereka adalah dengan menjalankan pekerjaan yang ditugaskan terhadap pegawai itu. Maka, setelah dia melihat pekerjaan itu justru saya yang kerjain, dia akan tahu diri dan bersegera melaksanakannya.

Permasalahan utama saat seseorang melihat tak ada pekerjaan adalah INISIATIF. Sekilas, memang terkadang di kantor itu tak ada pekerjaan yang bisa kita lakukan. Waktu yang ada pun dihabiskan untuk browsing internet tak jelas. Hingga tiba saat jam pulang, selesailah hari itu tanpa melakukan apapun untuk kantornya. Padahal, ia digaji.

Bila seseorang berinisiatif, sebenarnya akan selalu ada pekerjaan yang bisa dia lakukan. Saya, kalau sedang tak ada training di lapangan, biasanya menghabiskan waktu di kantor untuk menyusun laporan keuangan, laporan kegiatan, dan laporan training yang telah dikerjakan. Bila semua tugas itu telah selesai, saya biasanya mencari-cari lagi tugas lainnya.

Dan, saya merasa selalu saja ada hal yang bisa saya kerjakan. Mulai dari update website, update twitter, facebook, dan lain-lain yang sekiranya bisa meningkatkan informasi dan branding perusahaan tempat saya bekerja. Karena, memang di sanalah bidang saya bekerja.

Bila sudah mentok tak ada pekerjaan, maka saya biasanya ikut mobil perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah. Seharian saya bersama pustakawan dan driver, melayani anak-anak sekolah yang meminjam buku atau sekadar membaca di tempat. Maklum, terkadang, saking banyaknya yang pinjem, tidak bisa terkordinasi dengan baik.

Maka, itulah sebabnya, saya akan sangat galau melihat karyawan lain (apalagi yang di bawah koordinasi saya) yang “tidak ada” pekerjaan. Lalu, menghabiskan waktu dengan browsing internet untuk hal-hal yang tak sepenuhnya perlu.

Saya kerap kali berinisiatif mengolah buku perpustakaan yang saya lihat beberapa hari teronggok di ruang kantor, tanpa tersentuh. Ya, sudah berminggu saya biarkan masih saja belum selesai. Tapi, karena saya menghormati pegawai yang bertugas, saya biasanya akan biarkan beberapa hari sambil melihat perkembangannya. Kalau tak ada perkembangan, barulah saya akan bertindak dan menggarapnya.

Saya malah yakin, kalau itu saya garap sendiri, bisa selesai tak kurang seminggu. Hanya beberapa hari saja. Lha, itu hingga berminggu belum juga selesai.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Desember 2012 in Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: