RSS

Pak Syahid Rohim, Hujan Juga Tetap Mengajar

04 Des

Tak banyak siswa yang mengenal sosok senior ini. Maklum, beliau hanyak mengajar di Madrasah Ibtidaiyah. Tidak ikut mengajar di MTs atau MA Tabah. Saya termasuk salah satu siswa yang beruntung—mengenal dan pernah diajar beliau. Guru “sepuh” yang rajin dan penuh dedikasi terhadap pendidikan.

Saya mulai mengenal beliau ketika duduk di bangku kelas 2 MI Tabah. Mulai kelas itulah saya pindah sekolah ke MI Tabah Kranji. Sebelumnya, saya sempat merasakan sekolah di desa kelahiran, MI Tarbiyatul Athfal, Drajat. Pak Syahid, begitu kami sekelas memanggilnya, sosok yang begitu istimewa. Sabar, murah senyum, ramah, bersahabat, dan sangat rajin.

Tiap hari, beliau berangkat ke sekolah menggunakan sepeda onta tua. Bahkan masih istiqomah sampai sekarang. Bunyi lonceng atau ‘krik-krik’ roda sepeda beliau selalu khas dan menjadi tanda kedatangan beliau.

Beliau sosok yang teramat rajin. Masih ingat terbayang di benak kami. Dulu, lingkungan Pondok Kranji selalu menjadi langganan banjir. Tiap kali hujan deras, halaman pondok akan langsung tergenang air. Itu artinya, guru-guru akan datang terlambat—menunggu hujan reda atau bahkan banyak yang terpaksa izin tidak masuk kelas. Maka, itu menjadi kesempatan bagi kami untuk main bola sambil hujan-hujanan, “berenang-renang”, atau sekadar bermain kayu jati milik Pak Kiai.

Kami sekelas sudah teramat gembira. Saat bersiap hendak hujan-hujanan, kami melihat beliau datang. Pak Syahid menerobos derasnya hujan dengan sepeda tua andalannya. Tak ada payung—apalagi jas hujan. Beliau melindungi tubuhnya dengan beberapa tas kresek yang dilubangi untuk menutupi bagian kepala, baju, dan sebagian celana.

Saat masuk kelas, saya melihat banyak bagian tubuh beliau basah terkena hujan. Untungnya, buku Tashrif Shorof tak ikut basah. Terbungkus rapi di dalam kresek plastik.

“Maaf, anak-anak, Bapak terlambat. Mari kita mulai pelajarannya,” ujar beliau tenang saat sudah duduk di kursi depan.

Beberapa anak tampak kecewa dan menggerutu—termasuk saya. Hehehe. Terpaksa mengikuti pelajaran hari itu. Gagal deh acara hujan-hujanan pagi itu…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2012 in Catatan Harian, Guru TABAH

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: