RSS

Pak Maimun Baqir, Sang Peletak Dasar Nahwu

04 Des

Pak MaimunNahwu adalah ilmu yang sulit. Setidaknya, itulah perasaan saya ketika mulai mempelajarinya. Yakni saat duduk di bangku sekolah dasar MI Tarbiyatut Tholabah. Kalau tidak salah, ilmu nahwu mulai kami pelajari di kelas 4. Saat itu, nilai terbesar ulangan pelajaran nahwu adalah berkisar 60-an (dari 100).

Pak Maimun Baqir (alm) adalah pengajar awal untuk pelajaran tak populer ini. Tugas yang teramat berat untuk meletakkan dasar pemahaman ilmu nahwu. Salah satu teknik beliau adalah memberi kami sebuah tugas berat. Beliau mewajibkan kami (muridnya) menyalin (menulis ulang) buku terjemahan Alfiyah Ibnu Malik hasil karya KH Ach. Sjafi’ Ali. Kitab Alfiyah tersebut memang menjadi rujukan penting dalam pembelajaran nahwu di sekolah kami.

Setiap anak pun menulis ulang buku tersebut dalam buku tebal masing-masing. Hasilnya, akan dinilai Pak Maimun dan menjadi tambahan nilai dari hasil ulangan yang rata-rata selalu jeblok. Pak Maimun mungkin berpikir, saat menulis ulang, setidaknya anak-anak telah membaca seluruh isi buku itu—meskipun belum sepenuhnya memahami.

Selain memunyai metode praktis dan efektif dalam mengajar nahwu, Pak Maimun juga menciptakan sebuah buku panduan meng-i’rob kalimat dalam bahasa Arab. Buku kecil itu dinamakannya al-Muhimmaat. Sebuah karya monumental beliau, yang menjadi alat belajar bagi hampir seluruh siswa MI-MTs Tabah Kranji (waktu itu). Buku yang banyak berisi skema itu, seakan menjadi ringkasan dari semua pelajaran tentang i’rob yang begitu njlimet. Menggunakan al-Muhimmaat, semuanya terasa lebih mudah.

Selain sebagai peletak dasar ilmu nahwu, Pak Maimun adalah seorang pejuang di banyak bidang lainnya. Beliau mencurahkan semua pengetahuan, pengalaman, hingga waktunya untuk menegakkan kegiatan pramuka di lingkungan Tarbiyatut Tholabah—mulai MI hingga MTs-nya. Pun begitu di organisasi siswa intra sekolah.
Perjuangan hebat beliau pasti dirasakan oleh siswa yang penah menjadi pengurus OSIS. Beliau merelakan banyak waktu pribadinya untuk menemani mereka belajar berorganisasi di sekolah.

Banyak pembelajaran berharga dan luar biasa dari Pak Maimun bagi pengurus OSIS. Beliau seakan menjadi peletak dasar berorganisasi kepada mereka semua—sebelum terjun ke medan yang lebih luas; di organisasi mahasiswa, organisasi pemuda, atau organisasi masyarakat.

Didikan Pak Maimun banyak diakui orang. Sekian banyak alumni OSIS yang menjadi orang hebat di kampusnya, berkat didikannya saat masih di bangku sekolah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2012 in Catatan Harian, Guru TABAH

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Creative Printing Specialist

%d blogger menyukai ini: