RSS

Umroh Murah dan Upaya Ngakali Jamaah

• Umroh Murah dan Upaya Ngakali Jamaah •

 

Paket Umroh Super Murah kembali memakan korban.

Setelah kasus First Travel, muncul kasus baru; PT Solusi Balad Lumampah (SBL).

 

Nama PT-nya sich keren

SOLUSI

BALAD

LUMAMPAH

 

Meyakinkan sekali.

 

Dulu,

Saya juga pernah mendapatkan penawaran gabung untuk buka cabang travel ini.

(Kebetulan, orangtua di rumah Babat juga buka agen travel resmi FATH INDAH)

 

Waktu itu, SBL ngasih penawaran yang sangat menarik.

Bayar awal cuma sejuta, dijamin bisa berangkat dengan (janji) hotel bintang lima.

Bahkan, bisa berangkat gratisan.

Paket dan skemanya sudah diatur sedemikian rupa–nan meyakinkan

Untuk agen, bahkan iming-imingnya lebih banyak bikin ngilernya.

 

Saya perhatikan, starter kit yang diberikan waktu itu juga mewah sekali.

Amat meyakinkan. Sama sekali tak terlihat tanda-tanda penipuan

 

Namun, tiap kali dengar paket umroh yang terlalu murah begitu, saya mesti ragu

Sebab, sebelum balik kampung, saya pernah mendapatkan sedikit ilmu dari teman saya di Jakarta (yang berbisnis travel umroh) tentang biaya minimal akomodasi pemberangkatan jamaah; mulai tiket, visa, hotel, katering, transportasi, dan city tour.

 

Jika ada paket yang lebih murah dari biaya minimal itu, berarti ada sesuatu yang harus dicermati.

 

Dan, ternyata SBL benar-benar jatuh

Jamaah yang sudah kadung membayar pun terpaksa (sementara) gagal berangkat

 

——–

 

Sebelum SBL dan First Travel, sebenarnya ada satu lagi travel umroh yang fenomenal

Yang (sepertinya) menawarkan paket umroh murah

Bisa dibilang, travel ini ada di semua penjuru nusantara

Jamaahnya juga puluhan ribu (dari laporan yang saya baca di tabloid)

Arminareka, namanya.

 

Hanya saja, ketiga travel tersebut berbeda

Menurut website bahasbisnis.com yang saya baca;

– First Travel 》pakai skema PONZI

– Arminareka 》pakai skema PIRAMIDA

– SBL 》Kombinasi antara PONZI & PIRAMIDA.

 

Duluuuuu…. (sebelum bisa berangkat umroh)

Saya pernah tergoda ikut First Travel yang murah amat (11 – 14 juta)

Saya juga pernah ditawari ikut Arminareka

Bahkan, berulangkali saya beli tabloid Peluang Usaha, ternyata 50% isinya adalah berita kesuksesan pengusaha travel Arminareka

(Benar-benar bikin bosan!!!)

 

Terus,

Kenapa First Travel jatuh?

SBL jatuh?

Dan, Arminareka tidak jatuh?

 

Jawabnya,

Skema yang berbeda.

Tapi, pada intinya (menurut tulisan dalam BAHASBISNIS.COM) kesemuanya adalah MODUS PENIPUAN JAMAAH.

 

Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan skema Ponzi dan Piramida, barangkali bisa dibaca tulisan di bahasbisnis.com berikut ini.

Benar tidaknya identifikasi itu, silakan tanya sendiri ke penulis bahas bisnis.

 

——

 

SBL DAN ABU TOUR, ANTARA FIRST TRAVEL DAN ARMINARIKA

 

Brahm Anuga | January 27, 2018 | Featured, MLM | No Comments

 

Mengapa First Travel ambruk dan Arminareka tetap bertahan? Karena keduanya menggunakan skema yang berbeda walaupun sama sama keji. First Travel itu skema ponzi, Arminareka skema piramida. Lalu Apa yang terjadi dengan SBL dan Abu Tour? Kedua travel umroh dan haji ini menggunakan skema kombinasi. Apakah akan ambruk? Amin.

 

FIRST TRAVEL SKEMA PONZI, ARMINAREKA SKEMA PIRAMIDA. APA BEDANYA?

 

Beda skema ponzi dan piramida sesungguhnya adalah:

 

SKEMA PONZI (FIRST TRAVEL)

 

Pada skema ponzi, setiap ada anggota baru berarti perusahaan menambah hutang. Contoh pada First Travel, setiap ada pendaftar umroh murah sebesar 15 juta, maka perusahaan sesunggungguhnya menambah hutang atau kewajiban untuk menambah kekurangan biaya umroh tersebut. Dari mana perusahaan menambal biaya umroh? dari jamaah baru. Jadi, sesungguhnya perusahaan menambah talangan umroh dengan berhutang kepada jamaah baru. Lalu bagaimana jamaah baru bisa berangkat? Dengan berhutang lagi pada jamaah yang lebih baru. Begitu seterusnya. Dan bahayanya, hutangnya akan terus membengkak karena perusahaan mengambil keuntungan dan membutuhkan biaya operasional juga. Lama-lama hutang ini tak bisa lagi ditutupi dengan hutang karena pendaftar baru tak cukup. Begitulah yang terjadi di First Travel.

 

SKEMA PIRAMIDA (ARMINAREKA)

 

Pada skema piramida, setiap ada anggota baru berarti perusahaan memperoleh dana gratis. Contoh pada Arminareka. Setiap ada anggota baru yang membeli voucher umroh, perusahaan mendapat sebagian dari uang anggota baru. Sebagian lagi untuk upline dari anggota baru tersebut. Lalu dari mana anggota baru memperolah keuntungan? Anggota baru tersebut harus mencari anggota lebih baru. Tak dapat anggota baru tak dia tak dapat keuntungan. Voucher pun akan jadi selembar kertas bungkus kacang (kalau tak ada tambahan untuk biaya umroh).Perusahaan seperti Arminareka tak merugi apapun.

 

BAGAIMANA DENGAN SOLUSI BALAD LUMAMPAH DAN ABU TOUR?

 

Kedua travel umroh dan haji ini menggunakan kedua skema sekaligus: Skema ponzi dengan umroh murahnya dan skema piramida dengan program DP umrohnya. Apakah keduanya akan ambruk seperti First Travel atau bisa bertahan seperti Arminareka? Tinggal hitung dimana mereka lebih berjaya. Bila mereka lebih banyak menimbun ‘hutang’ dengan skema ponzi seperti first travel, ambruklah. Bila mereka lebih banyak menimbun ‘uang’ dengan skema piramida seperti Arminareka, ya mudah-mudahan tetap ambruk. Karena skema piramida itu tetap penipuan terselubung. Merayu orang membayar DP umroh dengan iming-iming tambahan biaya gratis dan segudang bonus yang sebetulnya jauh dari kenyataan.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2018 in Catatan Harian

 

Kitab Asmaul Husna – KH Moh Baqir Adelan (1)

بسم الله الرحمن الرحيم

ولله اﻷسماء الحسنى فادعوه بها

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّة

 

_”Hanya milik Allah asmaul husna. Maka, berdoalah dengan (menyebut) asmaul husna itu.”_ *(QS. Al-A’raf : 180)*

 

Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. bahwa Rasulullah saw bersabda,

*”Allah punya 99 nama. Barangsiapa yang menghafalnya maka akan masuk surga.”*

 

—–

Dua dalil dari Al-Quran dan Hadits di atas menjadi pembuka dari karya Almaghfurlah KH Moh. Baqir Adelan yang berjudul اﻷسماء الحسنى

 

Karya ini sudah terbit beberapa tahun lalu, lewat ketikan manual oleh KH Sjafi’ Ali. Kini, keberadaan kitab tersebut sudah tidak ditemui lagi di kalangan santri–apalagi menjadi buku kajian di pondok.

 

Gus Sahul sendiri baru-baru ini secara tak sengaja menemukan kopiannya di sela tumpukan buku di ndalem.

 

*Tambahan Mufrodat:*

 

Pengertian أحصى – إحصاء :

 

Makna asalnya adalah menghafal. Tapi, penggunaannya berbeda dengan kata حفظ – يحفظ yang punya arti menghafal pula. إحصاء  mengandung arti : hafal nama-nama-Nya dan juga mengamalkannya. [Fath al-Bāri]

 

Kenapa?

 

Karena kalau sekadar kemampuan hafal saja, bisa juga dimiliki oleh seorang munafiq atau Khawarij. Sementara, orang Khawarij sendiri sudah dicirikan sebagai orang-orang yang membaca Al-Quran tetapi tidak sampai pada kerongkongan.

يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم

_”Mereka membaca Al-Quran namun tidak sampai pada kerongkongannya.”_

 

Menurut Ibnu Batthal, untuk mengamalkan Asmaul Husna, harus dipilah-pilah dulu.

 

Yang pertama,

Ada nama-nama Allah yang hanya khusus berlaku untuk-Nya. Seperti: al-Ahad, al-Muta’āl, al-Qadīr, dan sebagainya, kita wajib mengimani dan tunduk terhadap nama-nama tersebut.

 

Yang kedua,

Nama-nama yang menunjukkan arti sesuatu yang hendaknya kita contoh. Misalnya, al-Karīm, al-Afuwwu, dan lain sebagainya.

 

Babat, 31 Januari 2018

*@mskholid*

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2018 in Catatan Harian

 

Rejeki Tak Pernah Lari

• Rejeki Tak Pernah Lari •

 

Sebulan terakhir, saya “bertekad” untuk beli kacang goreng yang dijual pedagang di lampu merah.

Ya, kacang goreng adalah camilan favorit saya dan si dia di dashboard

Begitu pun si kecil Oyan, kalau sudah ngemil kacang, pasti jadi pelit

(Sama juga saat mimik es krim. Pelitnya gak ketulungan).

 

Ternyata, berulangkali saya melintasi lampu merah, tetap pula gak kapat kacang goreng

Kadang stoknya habis

Kadang penjualnya yang gak ada

Kadang pula,ada penjualnya tapi pas kebetulan gak lampu merah

Gagallah misi pembelian

 

Hari ini saya perjalanan ke Surabaya

Sendirian. Tak ada camilan apapun di dashbord mobil

Air botol pun terselip di bawah kursi. Garing.

Saya pun berniat melanjutkan misi beli kacang goreng

 

Uang 5 ribuan 3 lembar sudah saya siapkan di kotak samping setir

Sewaktu-waktu kalau ada penjual, bisa langsung dipindahtangankan

 

Di lampu merah Semlaran, dari kejauhan saya lihat penjual kacang menjajakan di samping mobil-mobil

Wah, dapet nich… saya membatin.

Ternyata, pas mendekati lampu merah, isyarat nyala sudah berganti hijau

Gagal.

 

Saat pulang dari Surabaya,

Keluar tol Kebomas arah Gresik, saya biasanya langsung bablas ambil kiri

Nanti muter balik di depan kantor Bupati Gresik

Tujuannya, biar terhindar dari antrean panjang lampu merah

 

Namun, sore ini saya merasa harus lewat lampu merah ini

Harus antre di sini. Sebab, di sinilah biasanya penjual kacang goreng mangkal

Sejak jalan Duduk Sampean diperlebar dan tak macet lagi, para penjual asongan di wilayah ini juga ikut menghilang

 

Saya berjalan merayap pelan di belakang truk besar

Berharap akan ketemu penjual kacang goreng

Ternyata, pas ketika saya melihat si bapak di pinggir jalan dan saya baru hendak memanggil, lampu sudah menyala hijau

Klakson di belakang sudah mengerang kencang.

Saya pun berlalu, tanpa beli kacang goreng.

 

—-

 

Keluar tol, saya membatin; enak nich hujan-hujan nanti makan nasi boran khas Lamongan

Saya pun niatkan makan malam di #nasiboran langganan saya

Namun ternyata, hujan amat deras mengguyur

Sesekali diselingi kilatan dan petir

 

“Wah… terancam gak jadi mampir makan sego boranan, nich…!” Batin saya.

Maklum, penjual nasi boranan hanya menempati lokasi di trotoar atau emperan

Kalau hujan deras begini, pasti gak bisa jualan

Akhirnya, saya putuskan (nanti) untuk nyari makan di tempat lain

 

Namun…

Ternyata, menjelang masuk kota Lamongan

(Jelang tiba di lokasi para penjual nasi boran)

Hujan perlahan-lahan mengecil

Hingga akhirnya hanya menyisakan sisa-sisa genangan air

 

Dan,

Tiba di lokasi para penjual nasi boran (sekitar Plasa Lamongan), hujan telah benar-benar berhenti

Saya pun putuskan mengubah jadwal makan malam lagi;

Yakni kembali ke rencana awal

 

Begitulah rejeki …

 

 

Nasi Boran favorit saya, mangkalnya biasanya di depan halaman Plasa Lamongan

Sebelah utara KFC–agak ke barat dikit. Pas di trotoar lokasi pemberhentian bus kota saat menaik-turunkan penumpang.

Jika sedang gerimis, ia pindah ke baratnya Plasa Lamongan.

Di stand emperan paling kidul (penjual nomor dua dari kidul)

 

Namanya Mbak Sulis

Cirinya berkerudung biru benhur 😀

 

Babat, 30 Januari 2018

@mskholid

– WJL Konveksi

– #PlanetKaos

 

*gambar-gambar hanya ilustrasi.

Hasil pencarian di Google.

Bukan jepretan saya sendiri.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2018 in Catatan Harian

 

Lomba Banjari se Lamongan, Gresik, dan Tuban

Lomba Banjari se Lamongan, Gresik, dan Tuban

IMG-20171002-WA0001

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Oktober 2017 in Catatan Harian

 

Bapak Miskin yang Melahirkan Seorang Al-Ghazali

● Bapak Miskin yang Melahirkan Seorang Al-Ghazali ●

 

Sang Hujjatul Islam, yang karya-karyanya menghiasi keilmuan umat hingga zaman ini, ternyata bukan anak seorang ulama besar. Bukan anak seorang kiai dengan pondok besar–santri membludak.

 

Beliau “hanya” anak seorang lelaki fakir yang shalih

Pekerjaan bapaknya adalah tukang tenun

Itulah sebabnya, banyak yang mengira bahwa nama الغزالي dibaca dengan tasydid pada huruf “ز” yang dinisbatkan pada bapaknya ghazzal (tukang tenun)

Penisbatan yang dibantah sendiri oleh sang Hujjatul Islam, bahwa namanya yang benar ialah Al-Ghazali (tanpa tasydid pada huruf ز ). __assiyar__

 

Lalu, apa istimewanya si bapak sehingga melahirkan anak sekaliber Imam Al-Ghazali?

 

Pertama,

لا يأكل إلا من كسب يده

Sang bapak tidak makan (dan memberi makan keluarganya) selain hasil dari jerih payahnya sendiri.

Jadi, rejeki yang dikonsumsi, tidak seladar halalan thoyyiban

Tapi juga hadil keringat sendiri

Sehingga ia pun tahu hartanya benar-benar bersih dari syubhat

 

Dalam sebuah hadits disebutkan;

Mencari kayu bakar di hutan, lalu menjualnya di pasar (dengan hasil yang tak seberapa)

Itu jaaaauh lebih baik daripada

Menengadahkan tangan pada orang lain (yang biasanya menghasilkan nominal lumayan)

 

Kedua,

Senang menghadiri majelis ilmu

Walau fakir (melaratnya lebih parah daripada miskin),

Pak Muhammad ini tidak lantas gila kerja, atau beralasan capek-sibuk dan tidak hadir di pengajian

Beliau rajin hadir di pengajian para alim-ulama

 

Seringkali beliau menangis tersedu saat mendengar pengajian

Lantas berdoa lirih, supaya kelak punya anak yang alim nan pejuang dakwah

 

Yang ketiga,

Tak cukup cinta pada alim ulama,

Bapaknya Imam Ghazzli juga berusaha sekuat tenaga melayani kebutuhan mereka

Bahkan, di tengah keterbatasan (dan kemiskinan) selalu berusaha mengeluarkan “sesuatu” dari hartanya untuk mereka. Memberi nafkah materi bagi para gurunya–semampu dia.

 

*disadur dari mukaddimah kitab yang dicapture

 

 

Tritunggal, 30 September 2017

IG-Twitter 》@mskholid

Blog 》@ruanginstalasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Oktober 2017 in Catatan Harian

 

Mengapa Mendadak Ustadz?

Mengapa Mendadak Ustadz?
Mengapa dulur-dulur kita yang telat mempelajari Islam (seperti Pak Felix, Pak Syafi’i, Bu Irene, Caesar, dll.), mengalami peningkatan besar tentang tentang agama ini?

Mereka punya pengetahuan yang amat banyak dibanding sebagian (oknum) dulur yang bertahun-tahun berislam dan mempelajari ilmunya di pesantren-pesantren?
Jawabannya, 

SEMANGAT 
Beliau-beliau itu punya semangat yang luar biasa dalam belajar

Semangat tinggi mengejar sekian belas (atau puluh) tahun ketertinggalan belajar agama 

Semangat tinggi itu pula yang menjadikan otak menyesuaikan diri 

Otak menjadi lebih mudah menyerap informasi yang dibaca 
Semangat ini pula yang menjadikan kepercayaan diri meningkat berlipat-lipat 

Walau ilmu baru nyampe satu ayat, karena semangat, ya pede luar biasa untuk mengisi ceramah atau seminar 
Di sisi lain, ilmu itu laksana pedang 

Makin banyak dipakai dan diajarkan (baca: diasah) ia semakin tajam 

Èfèknya, pengetahuan beliau-beliau pun meningkat bak kilat 

Meng-aras dulur-dulur yang sudah bertahun-tahun belajar agama 
Nah,

Semangat ini erat kaitannya dengan perasaan 

Begitu perasaan anda libatkan dalam proses belajar, maka efeknya luar biasa 

Anda merasa begitu enteng mempelajari sesuatu 

Begitu mudah menyerap pengetahuan-pengetahuan 
Berbeda ketika belajar tanpa perasaan 

Belajar hanya karena tekanan agar dapat nilai bagus

Belajar dalam tekanan supaya cepat lulus

Belajar dalam tekanan supaya tidak kena marah orangtua 

Pasti suuulit sekali masuknya 
Coba deh lihat orang yang sedang dilanda perasaan (asmara)

Karena perasaan cinta, ia jadi punya semangat berlipat

Karena cinta pula, ia bisa melakukan hal-hal mustahil dalam keadaan normal 

Cinta pulalah yang menyebabkan pembenci pelajaran sastra bisa menulis puluhan atau ratusan baris puisi yang nyastra 
Perasaan cinta pula yang mengubah Dom Toretto sanggup melakukan sekian banyak aksi mustahil, seperti dalam film Fast Furious 8.
Karena itu, tumbuhkan cinta

Semaikan debar dalam dada saat belajar, saat membaca karya

Semaikan debar kerinduan saat membaca ayat-ayat-Nya 

Niscaya anda akan terperanjat melihat diri yang berbeda
Bukankah Einstein yang disebut orang paling cerdas itu, hanya baru menggunakan sekira 15% kemampuan otaknya? 

Nah, cara paling mudah meningkatkan potensi otak ialah lewat perasaan 
Wallahu a’lam 
Babat, 4 Mei 2017

@mskholid 

@ruanginstalasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Mei 2017 in Catatan Harian

 

Kreatifnya Iklan Rokok

~ Kreatifnya Iklan Rokok ~
“Bagaimana Menjual Racun Mematikan, yang Tidak Enak Rasanya, dan Membuat Orang Kecanduan Racun Tersebut?”
Judul di atas, adalah pilihan kalimat luar biasa yang dipakai Pak Tung dalam bukunya Marketing Revolution. 

Bagi saya, sub judul di atas begitu wowww…

Saat membaca judulnya saja, sepertinya akan langsung terbersit dalam benak kita: 

IT’S IMPOSIBLE 

TIDAK MUNGKIN!!!

BAGAIMANA BISA??!!!
Tapi, itulah hebatnya Pak Tung memberi judul. 

Dan, itulah hebatnya Pak Tung sebagai salah satu pakar marketing membongkar rahasianya.
Jawabannya, 

Gunakan Hukum Pavlov 

Pavlov, peneliti bidang psikologi Rusia yang memperoleh nobel tahun 1904.

Apa hasil penelitiannya sehingga memperoleh nobel?
“Bahwa manusia dan anjing dapat dibentuk dan dikendalikan lewat pembiasaan. Manusia ditentukan oleh lingkungan. Bukan oleh hereditas, pewarisan turun temurun.”
Kesimpulan Pavlov diambil lewat percobaan terhadap anjing 

Ternyata, anjing tidak hanya mengeluarkan air liur saat lapar dan mengendus bau makanan saja. Ia juga tiba-tiba meliur saat mendengar suara lonceng
Tentu saja, lewat pembiasaan sebelumnya, bahwa ketika hendak diberikan makanan pada si anjing, dibunyikanlah lonceng itu.

Ternyata, setelah itu, tiap kali mendengar bunyi lonceng, anjing akan berliur 

Terlepas akan ada makanan datang atau tidak 
Dalam ilmu marketing, teori Pavlov diaplikasikan dalam bentuk mengingatkan secara terus-menerus, tanpa harus menawarkan 

Artinya, konsumen (dan calon konsumen) terus menerus diingatkan tentang hebatnya sebuah produk dan keunggulannya. Tanpa perlu menawarkan pentingnya produk 

Dan, itulah yang dilakukan (salah satunya) oleh iklan rokok.
Begitu kreatifnya iklan rokok 
Ada kita temukan iklan yang menunjukkan keakraban dalam sebuah geng dengan cerita simpel, kongkrit, emosional, menunjukkan saling bantu antarteman, dan bisa dipercaya.

Lalu setelah itu, dimunculkan sebuah musik yang khas dan tagline rokok tersebut. 

Setelah mendengar iklan tersebut berkali-kali, muncullah perasaan bahwa bentuk keakraban dan kesetiaan sesama teman bisa diwujudkan (salah satunya) lewat bareng-bareng mengkonsumsi rokok yang sama.
Atau pakai artis terkenal, bintang film, lelaki gagah 

Supaya menimbulkan perasaan (ikut) terkenal, hebat, keren, dan diakui 

Maka, mengkonsumsi rokok bisa menimbulkan perasaan terkenal, hebat, keren 
Bisa juga menunjukkan sekelompok pemuda yang dinamis, maju, berkembang, dan berani

Baru dimunculkan tagline rokok tersebut 
Bisa juga pakai sekelompok pemuda yang kreatif, yang selalu punya akal dalam mengatasi masalah, baru dikeluarkan tagline rokoknya 
Begitulah,

Kreativitas iklan rokok pun mampu menarik sekian banyak perokok baru, dengan motivasi diri yang berbeda-beda 

Lewat perasaan dan kesan masing-masing yang berbeda dari iklan hebat-hebat tersebut.
Babat, 27 April 2017

Proses mengikat makna dari bacaan buku karya Pak Tung Desem Waringin 

@mskholid

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 April 2017 in Catatan Harian

 
 
Fath Indah Tour - Lamongan

Ibadah Nyaman, Khusyuk, dan Hemat

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

Pendidikan Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan

Berbagi Ide sebagai Penonton

Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Kata Bang DW

melawan sebuah dogma tentang ada rahasia dibalik rahasia

Indonesia Bangkit

Melek Politik karena Politik itu Asyik :)

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

RONIta Digital Printing

Solusi Digital Printing Anda